Belajar dari Kasus Nadim Makarim, Kejari Bitung Harus berani, Tangkap 5 orang DPRD Aktif Kasus Korupsi Perjalanan Dinas.

Bitung Sulut. – Mediapantaukorupsi.com Sekelas nadim makarim saja, menteri tergahar di era Jokowi, roboh. Masa kasus korupsi perjalanan dinas Kota Bitung masih pelimpahan berkas? 7 tersangka sudah ditangkap sementara 5 lainnya malah menjabat menjadi anggota dewan menikmati gaji dari APBD. Mau sampai kapan kasus ini berpindah tangan? Apakah cuma selesai di-delapanenam saja? Atau perlu berapa banyak pertanyaan dan tuntutan lagi yang mengarah ke kajari buat kasus ini tuntas?

Bahkan hebatnya hotman paris yang pasang badan untuk Nadim saja tak berkutik. Hotman bukan lagi berdiri secara profesional, tapi juga emosional karena awal merintis karir di Law Firm milik ayahnya Nadim, Nono Makarim. Tetap saja, kejagung sikat, istana konfirmasi tak melakukan intervensi hukum. Lalu siapa sebenarnya yang pasang badan untuk kasus korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Bitung? Diinternal partaikah? Kuasa pengguna anggaran eksekutifkah? Atau justru dari internal kejari sendiri? Semua akan terbongkar jika berusaha merintanginya.

Bangkai tak bisa disembunyikan lama-lama. Tikus bersembunyi, ekornya selalu terlihat. Ini bukan lagi persoalan waktu. Ini persoalan keberanian. Kejaksaan Negeri Bitung tidak sendiri jika takut menangkap para koruptor. Kita punya banyak senior dan kawan di Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Toh masyarakat juga tidak buta dan tuli. Mereka tau tapi diam karena tak ada yang berani. Dan mereka tak akan pernah melindungi koruptor apapun alasannya.

Publik yang tau tapi diam dan jengah, jika suatu saat meledak, takkan ada yang bisa menghentikannya sekalipun itu permintaan maaf. Sudah terlalu banyak kita menelan pil pahit dari tumpulnya hukum dan kerdilnya keadilan. Kita butuh keberanian, kita perlu tindakan. Mario Prakosa

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *