PONTIANAK – Terungkapnya dugaan keterlibatan seorang oknum Aviation Security (Avsec) Bandara Supadio dalam kasus penyelundupan narkotika jenis etomidate cair mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus.
Politikus PDI Perjuangan tersebut meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar jaringan yang diduga terlibat.
Lasarus menilai kecil kemungkinan aksi penyelundupan narkotika dapat dilakukan seorang diri tanpa adanya dukungan atau keterlibatan pihak lain yang memiliki akses tertentu dalam proses keluar masuk barang di lingkungan bandara.
“Kasus seperti ini harus diungkap secara menyeluruh.
Jangan berhenti pada satu orang saja. Aparat perlu menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di belakang kasus ini,” tegas Lasarus.
Kasus tersebut sebelumnya berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur yang membongkar praktik penyelundupan etomidate cair.
Dalam pengungkapan itu, seorang oknum petugas keamanan bandara diduga turut terlibat dalam jaringan penyelundupan barang terlarang tersebut.
Lasarus mengungkapkan bahwa dirinya telah jauh hari mengingatkan potensi penyalahgunaan status internasional Bandara Supadio sebagai pintu masuk barang-barang ilegal.
Peringatan itu disampaikan pada pertengahan Juni 2025, bertepatan dengan peresmian Bandara Supadio sebagai bandara internasional.
Menurutnya, peningkatan status bandara harus dibarengi dengan penguatan sistem pengawasan, pengamanan, dan pengendalian terhadap lalu lintas penumpang maupun barang yang masuk dari luar negeri.
“Ketika Bandara Supadio menjadi bandara internasional, pengawasan harus semakin ketat. Jangan sampai fasilitas yang dibangun untuk mendukung konektivitas justru dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan lintas negara,” ujarnya.
Lasarus juga meminta seluruh instansi terkait, termasuk pengelola bandara dan aparat keamanan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan yang ada guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.
Ia berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional sehingga mampu mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan narkotika yang mencoba memanfaatkan jalur transportasi udara sebagai sarana penyelundupan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas sistem keamanan penerbangan serta kepercayaan masyarakat terhadap pengawasan di pintu gerbang internasional Kalimantan Barat.
Aparat penegak hukum kini didorong untuk menuntaskan penyelidikan dan mengungkap secara terang benderang pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.(Danil.A)





