Buol, pantaukorupsi.com – Desa Momunu, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, diguncang tanda tanya besar. Program pengadaan delapan ekor sapi dengan anggaran puluhan juta rupiah dari Dana Desa 2023 menjadi misteri yang hingga kini belum terpecahkan. Laporan kegiatan menyebut pengadaan telah dilakukan, namun jejak fisik sapinya tak pernah terlihat oleh masyarakat.
Situasi ini memunculkan spekulasi dan keresahan. Warga mempertanyakan bagaimana program yang menyedot anggaran puluhan juta itu bisa tercatat sebagai realisasi sementara hasilnya tidak muncul di lapangan hingga memasuki akhir 2025.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Momunu memberikan jawaban yang justru semakin memicu pertanyaan publik.
“Pengadaan delapan ekor sapi itu memang ada dalam laporan. Tapi sampai sekarang sapinya belum ada,” ujarnya, 04 Desember 2025.
Jawaban itu membuat warga semakin resah. Mereka menilai, ketidakhadiran sapi selama dua tahun adalah kejanggalan serius yang membutuhkan penjelasan terbuka dari pihak pemerintah desa. Apalagi, anggaran pengadaan dikelola berdasarkan aturan ketat Permendagri No. 20 Tahun 2018, yang menuntut transparansi penuh dalam setiap penggunaan Dana Desa.
Warga mempertanyakan:
Jika anggaran besar telah dicairkan, bagaimana mungkin barang hasil pengadaannya tidak tampak? Mengapa selama dua tahun tidak ada penjelasan terbuka mengenai keterlambatan atau kendala?
“Kami tidak ingin menuduh, tapi situasi ini tidak bisa dibiarkan. Anggaran publik tidak boleh menjadi misteri. Kalau programnya benar, tunjukkan hasilnya. Kalau ada kendala, jelaskan. Jangan membuat masyarakat bingung,” tegas salah satu tokoh masyarakat desa.
Di lapangan, masyarakat hanya menerima laporan tertulis. Sementara delapan ekor sapi yang seharusnya menjadi aset desa belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan. Warga khawatir ada sesuatu yang tidak beres, namun tetap berharap agar pemerintah memberikan klarifikasi resmi.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa, Bendahara Desa, dan pihak pelaksana kegiatan belum memberikan penjelasan mengenai status pengadaan sapi tersebut. Redaksi masih berupaya mendapatkan keterangan tambahan dari pihak terkait untuk memastikan pemberitaan tetap berimbang.
Desakan masyarakat semakin kuat. Mereka meminta agar pemerintah daerah, inspektorat, hingga pihak penegak regulasi turun tangan menelusuri persoalan ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan Dana Desa.
Penulis: Irwansyah






