Baturaja Sumatra Selatan, Pantaukorupsi.com – Dusun 7 Desa Peninjauan. Ratusan masyarakat melaksanakan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447H, Di masjid Al-ikhlas dusun 7 peninjauan, Kecamatan Peninjauan, OKU, Sumatra Selatan. Selasa (20/01/2026).

Sebelum acara di mulai, syalawat bersama terlebih dahulu, di iringi tabuhan grup musik hadroh, dibawah pimpinan Ibu Parni dusun 7 peninjauan.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447H ini dihadiri oleh, bapak kepala desa Novi Taruna ST, seluruh perangkat desa, Ketua Masjid Al-ikhlas Bapak H. mardani, kadus 06 mardiyansah, tores taza feri kasi pemerintahan, Ustad Emron Rosadi, Ustad A’ang, Ustad Saiful, Ustad Warjani, tokoh agama, ibu-ibu pengajian, alim ulama, dan masyarakat banyak.



Acara dimulai pukul 08.30 sampai dengan selesai, pada selasa malam rabu.
Acara dibuka langsung oleh Ica dan Sila selaku MC, anak santri dari pondok pesantren Bambu Sembilan.

Acara diawali dengan pembacaan kitab suci al-qur’an, yang dilantunkan oleh: Ramdhon dan Jesika, anak santri dari pondok pesantren Miftahuljannah peninjauan.

Ketua Masjid Al-ikhlas, Bapak H. Mardani, dalam sambutanya menyampaikan, “tolong nanti kita dengarkan,kita hayati makna dari isra mi’raj ini”, ucapnya.

Selaku Kaur Pemerintahan Desa, Bapak Tores Taza Feri, dalam kesempatan ini juga menyampaikan, *pada inti acara kita nanti, mari sama-sama kita dengarkan secara hikmad. Sebab nanti ada bisa kita bawa pulang, untuk kehidupan sehari-hari, yakitu: makna dari ceramah yang akan disampaikan oleh pak ustad nantinya*, ungkapnya.

Acara inti, yaiktu ceramah yang bertemakan, “Mengajarkan Kita Bahwa Perjalanan Terjauh Adalah Mendekat Kepada Allah”.
Ustad KH. Emron Rosadi, dalam ceramahnya menuturkan, makna dari ceramah kita pada malam hari ini adalah:
-perkuat yang namanya iman.
-bersihkan hati kita dari sifat sombong, dari sifat iri dan dari sifat dengki.
-Dekatkan diri kepada allah.
insa allah,dengan dekatnya kita kepada allah, allah pun akan dekat kepada kita.., Amiin Ya Rabbal Alamiin, ucapnya penuh senyum.

Di akhir acara, langsung ditutup dengan doa, yang dipimpin oleh Ustad A’ang dan santri cilik dari pondok pesantren bambu sembilan, ananda M. Bima Pratama.

Lalu makan bersama, dirumah Bapak Ujang Suwanto, selaku RT.

Reporter: Eka Belangkon PNJ.






