Tanggamus | Pantaukorupsi.com — Suasana penuh kebahagiaan dan kehangatan menyelimuti acara khitanan ananda Zarrar Alkahfi, putra dari pasangan Bapak Agus Salim dan Ibu Mirna Wati, yang digelar pada Kamis, 26 Maret 2026, di Dusun 3, Jalan Tangkit, Pekon Penantian, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus.
Acara yang berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah tersebut dihadiri oleh keluarga besar, tokoh masyarakat, aparatur pekon, serta warga sekitar yang turut memberikan doa dan ucapan selamat kepada keluarga.
Momentum ini menjadi gambaran eratnya nilai kebersamaan dan silaturahmi masyarakat Pekon Penantian, di mana seluruh elemen masyarakat hadir memberikan dukungan demi suksesnya kegiatan keluarga tersebut.
Turut hadir dalam acara itu mantan Kepala Pekon Penantian Bapak Bunyamin, Bapak Asadin, Ustaz Taslim, jajaran aparatur pekon, serta anggota Satlinmas Pekon Penantian yang dipimpin oleh Bapak Juslan Hadi sebagai pihak yang membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
Rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kehadiran para tokoh masyarakat serta warga setempat semakin menambah suasana hangat, sekaligus mencerminkan kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi dan nilai sosial di lingkungan pekon.
Untuk menambah semarak acara, keluarga juga menghadirkan hiburan kesenian tradisional Jaranan Campur Sari Teguh Rahayu dari Pekon Datar Lebar, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Penampilan seni budaya tersebut berhasil menghibur para tamu undangan dan menjadi daya tarik tersendiri dalam perhelatan khitanan.

Selain sebagai bentuk rasa syukur keluarga, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga serta melestarikan budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.
Keluarga besar Bapak Agus Salim dan Ibu Mirna Wati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran serta doa dari seluruh tamu undangan.
“Semoga ananda Zarrar Alkahfi tumbuh menjadi anak yang saleh, berbakti kepada kedua orang tua, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” ungkap pihak keluarga.

Acara yang berlangsung penuh kebersamaan ini menjadi contoh positif harmonisnya hubungan sosial masyarakat di Pekon Penantian, sekaligus menunjukkan kuatnya budaya gotong royong dan nilai kekeluargaan yang terus terjaga.
Laporan: Suhadi | Korwil Lampung






