PANTAUKORUPSI.COM|`Teheran โ Pemerintah ๐ฎ๐ท Iran menyampaikan sikap tegas terkait kemungkinan mediasi antara pihaknya dengan ๐บ๐ธ Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya wacana niat baik dari ๐ฎ๐ฉ Indonesia untuk menjembatani komunikasi kedua negara.
Dalam pernyataannya, Iran menyampaikan apresiasi atas niat baik Pemerintah Indonesia. Namun demikian, hingga saat ini belum ada langkah konkret yang mengarah pada proses mediasi tersebut.
โKami mengapresiasi niat baik yang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia. Tetapi sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal tersebut. Bagi kami, tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan terhadap kami, yaitu Amerika Serikat,โ tegas pernyataan tersebut.
Sikap ini kembali menegaskan posisi Iran yang menolak membuka ruang dialog langsung dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan hubungan kedua negara, terutama sejak era kepemimpinan Presiden ke-45 AS, Donald Trump.
Soroti Rekam Jejak Kesepakatan Internasional
Iran juga mempertanyakan komitmen Washington terhadap kesepakatan internasional. Mereka merujuk pada pengalaman masa lalu yang dinilai menunjukkan kurangnya kepatuhan Amerika Serikat terhadap perjanjian yang telah disepakati bersama.
Menurut Iran, pengalaman tersebut menjadi dasar kuat bagi mereka untuk tidak kembali terlibat dalam proses negosiasi yang dinilai berisiko tidak dihormati di kemudian hari.
Respons atas Wacana Mediasi Indonesia
Terkait tawaran mediasi dari Indonesia, Iran menyampaikan pesan yang cukup lugas. Mereka menilai Indonesia sebaiknya memfokuskan perhatian dan sumber daya pada kepentingan dalam negeri.
โLebih baik simpan tenaga dan waktu sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Anda yang masih banyak serba kekurangan. Kami tahu rakyat Anda lebih membutuhkan uluran dan bantuan tangan pemerintah. Lebih baik urus rakyat Anda saja,โ lanjut pernyataan tersebut.
Meski demikian, Iran kembali menegaskan bahwa apresiasi terhadap niat baik Indonesia tetap disampaikan, namun mereka tidak menerima bentuk mediasi apa pun dengan Amerika Serikat.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat masih berada pada fase sensitif, sementara peran negara ketiga sebagai mediator belum mendapat ruang dari Teheran.
Kaperwil Jabar






