Kalbar, Pontianak: Padahal tidak sedikit Bos rokok yang diperiksa oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tetapi Barang Ilegal Jenis Helium dan 5 merk lainnya tetap mengalir dan betumpuk di Kalimantan Barat.
” dilapangan, meskipun Tauke Cigarretes siluman, banyak yang diperiksa, toh rokok gelap merk Helium dan jenis lainnya, tetap banjir dipasaran Kalbar, bahkan semakin menggila. Ini yang bikin masyarakat bingung, ” ucap pemerhati pasar.
Iya mengatakan, mestinya Kalbar itu siaga 1 terhadap barang seludupan. Pasalnya terlalu banyak rokok bodong buatan pabrik siluman yang berasal dari luar memenuhi market tradisional di Kota Kabupaten se Kalimantan Barat.
” Saya pikir kebijakan siaga satu itu perlu, mengingat kondisi riil lapangan, sudah tidak terkendali. Kalau situasi ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan barang lain yang lebih gila dari rokok, bakal memenuhi setiap Kecamatan yang ada di Kalimantan Barat, ” terangnya.
Barang barang legalpun, tambahnya, juga perlu dikontrol secara ketat, terutama dokumen PEB maupun PIB nya, sesuai atau tidak jumlah pajak yang tertulis disitu dengan barang yang datang. Karna sejak jaman majapahit, awal terjadinya kolusi dari situ.
Sebagai info, Martinus, Rokhmawan, Suryo dan Haji Her, selaku Bos rokok sempat dipanggil ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Seperti yang dikutip Antara pada Senin (13/4) malam.
Dasar pemanggilan, pasca operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Dan Cukai, dengan tersangka Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan.(007/Danil.A)






