KAUR] pantaukorupsi.com – Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi hampir di seluruh penjuru daerah di Indonesia menjadi sorotan publik. Aktivis Kaur, Elep Hani Juyatra, S.M., mempertanyakan kondisi tubuh pemerintahan saat ini. Sabtu, 5/9/2026.
Elep menyoroti meningkatnya aksi demo masyarakat di berbagai daerah. Ia menilai aksi tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi dan ketidakpuasan terhadap kinerja lembaga negara, mulai dari eksekutif, legislatif hingga yudikatif.
Pernyataan itu disampaikan Elep Hani Juyatra, S.M., seorang aktivis dari Kabupaten Kaur. Ia berbicara mewakili keresahan masyarakat Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai persoalan dasar.
Menurutnya, aksi serupa tidak hanya terjadi di Provinsi Bengkulu saja, tetapi juga di hampir seluruh daerah di NKRI.
Elep menyebut sejumlah penyebab utama. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi, bahan bakar minyak sulit didapat, tarif listrik mahal, dan pajak dinilai mencekik, serta nilai tukar rupiah saat ini melemah. “Mayoritas masyarakat saat ini sudah muak dengan gaya pencitraan oleh pihak pemerintah baik pusat maupun daerah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kinerja DPR yang diduga tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Selain itu, aparat penegak hukum juga dinilai oleh publik tidak berpihak kepada masyarakat kecil, melainkan berpihak kepada oligarki yang nyata-nyata itu menyengsarakan rakyat.
Elep berharap pemerintah pusat dan daerah segera mendengar aspirasi masyarakat. Menurutnya, solusi nyata dibutuhkan bukan sekadar retorika. Tanpa perubahan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil, aksi demo diperkirakan akan terus terjadi di berbagai daerah dan akan terus bertambah. (Redaksi)
Aktivis Kaur Soroti Aksi Demo di Seluruh Daerah, “Ada Apa dengan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif?”






