Pontianak, TNI AL, Kodaeral
XII — Pangkogabwilhan I bersama jajaran BRGM Pemprov Kalbar juga mendorong agar masyarakat memperoleh alternatif pengolahan lahan yang praktis dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pertanian dapat tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko penyebaran api dan asap yang dapat membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Penanggulangan karhutla harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah terjadinya kebakaran melalui pengelolaan lahan yang baik dan pemberdayaan masyarakat.”
Kolaborasi antara Kogabwilhan I dan BRGM Pemprov Kalbar diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat pencegahan karhutla di Kalimantan Barat.
Melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pengelolaan lahan gambut diharapkan semakin mengedepankan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan kegiatan pertanian.
(Dispen Kodaeral XII)






