BERTOLAK KERAS !!! Jalan Rusak Tidak Dibenahi, Pemkot Pekalongan Genjot Bangun Kantor Baru

Pekalongan 4 April 2026, pantaukorupsi.com
Di tengah masih banyaknya ruas jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat, Pemerintah Kota Pekalongan justru tancap gas melanjutkan pembangunan kantor baru senilai sekitar Rp 90 miliar.
Prosesi peletakan tiang pancang pertama, di lokasi bekas bangunan yang hangus akibat kebakaran pada 2025.
Proyek ini menjadi tonggak pemulihan pusat administrasi pemerintahan sekaligus penguatan layanan publik yang tetap berjalan di tengah keterbatasan pascakejadian.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru tersebut ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Proyek ini merupakan pengganti kantor lama yang terbakar pada 30 Agustus 2025 lalu.
Menurutnya, proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat selesai tepat waktu, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.
“Target dari pelaksana akhir September sudah selesai. Artinya tahun depan kita sudah bisa mulai berkantor di gedung baru,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (1/4/2026).
Meski demikian, penggunaan secara penuh diperkirakan baru bisa dilakukan pada tahun 2027 karena masih diperlukan tahap pengisian interior.
Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menyebut gedung tersebut akan dilengkapi fasilitas penunjang, termasuk pendingin ruangan, dengan desain dua lantai yang lebih minimalis dan menyesuaikan kebutuhan saat ini.
Di sisi lain, kondisi infrastruktur jalan di sejumlah titik Kota Pekalongan hingga kini masih menjadi keluhan warga. Kerusakan jalan yang belum tertangani secara menyeluruh, dinilai kontras dengan percepatan pembangunan gedung perkantoran baru tersebut.
Menanggapi hal itu, Wali Kota menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun sempat terjadi kebakaran kantor lama.
Ia juga menyebut, pembangunan kantor baru merupakan kebutuhan strategis untuk menunjang kinerja pemerintahan ke depan.
“Dengan adanya kantor baru nanti, tentu harus menambah semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya
Pembangunan kompleks perkantoran ini direncanakan terdiri dari tiga gedung utama yang masing-masing memiliki dua lantai.
Tata ruang juga akan mengalami penyesuaian, dengan ruang Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah ditempatkan di bagian tengah gedung.
Selain itu, Pemkot Pekalongan tetap mempertahankan penamaan ruangan dengan motif batik khas daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
pantaukorupsi.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *