Tanggamus, pantaukorupsi.com || 9 April 2026 — Seorang warga Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, Indo Permana (35), terpaksa membawa istrinya yang hendak melahirkan menyeberangi laut menggunakan perahu kecil akibat tidak tersedianya akses jalan darat menuju fasilitas kesehatan.
Peristiwa tersebut terjadi saat sang istri, Siti Asiah (31), mengalami kondisi persalinan dengan bukaan lengkap, yang menandakan proses kelahiran sudah sangat dekat. Namun di tengah kondisi itu, keluarga dihadapkan pada keterbatasan akses transportasi darat.
Dalam situasi darurat, Indo Permana memilih satu-satunya jalur yang tersedia, yakni melalui laut, untuk membawa istrinya menuju rumah sakit terdekat. Tanpa didampingi tenaga medis dan fasilitas penunjang, perjalanan tersebut berlangsung dalam kondisi penuh risiko.
Di atas perahu sederhana, Siti Asiah terbaring lemah sambil menahan kondisi fisiknya, sementara sang suami berupaya menjaga keselamatan perjalanan di tengah perairan. Setiap waktu dalam perjalanan itu menjadi krusial mengingat kondisi persalinan yang tidak dapat diprediksi.
Informasi mengenai peristiwa ini disampaikan oleh salah satu pengurus organisasi masyarakat di Kabupaten Tanggamus, Iful, yang menyebut kejadian tersebut sebagai gambaran nyata keterbatasan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Ini benar terjadi. Seorang suami harus membawa istrinya yang akan melahirkan lewat laut karena tidak ada akses jalan. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan terkait masih terbatasnya akses infrastruktur dasar di sejumlah wilayah pelosok, khususnya dalam hal konektivitas menuju layanan kesehatan.
Keluarga Indo Permana berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk pembangunan akses jalan darat serta sarana transportasi yang memadai, guna menghindari risiko serupa di masa mendatang.
“Kami berharap ada solusi, agar ke depan tidak ada lagi warga yang harus menghadapi situasi darurat seperti ini,” ungkap pihak keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah setempat terkait kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.
Laporan: Suhadi
Korwil Lampung






