Banjir Putuskan Jalan Iskandar Muda di Desa Gunung Agung, Akses Warga Antarwilayah Lumpuh

Lampung Timur, pantaukorupsi.com — Banjir kembali memutus akses jalan Iskandar Muda yang berada di Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Luapan air sungai menyebabkan badan jalan di Dusun Menanga menuju wilayah Marga Tiga terendam dan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga aktivitas warga lumpuh total.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Way Kandis yang tidak mampu menampung debit air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ketinggian air menutup badan jalan dan arus cukup deras, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

Akibat terputusnya akses tersebut, warga Desa Gunung Agung terpaksa menghentikan sementara aktivitas harian, termasuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Jalan tersebut diketahui merupakan salah satu jalur utama penghubung antarwilayah yang kerap digunakan masyarakat untuk keperluan ekonomi dan sosial.

Awak media pantaukorupsi.com yang turun langsung ke lokasi mendapati adanya peninjauan dari pihak kecamatan dan pemerintah desa. Peninjauan tersebut turut didampingi oleh unsur Babinsa serta Satpol PP, guna memastikan kondisi lapangan dan keselamatan warga.

Kepala Desa Gunung Agung, Rudi Ahmad, saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa kejadian banjir di titik tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, hampir setiap musim hujan, jalan Iskandar Muda kerap terdampak banjir akibat luapan sungai di sekitarnya.

“Jalan ini memang sering terendam banjir ketika Sungai Sekampung dan Sungai Way Kandis meluap. Kondisinya sudah lama seperti ini dan sangat membutuhkan penanganan serius,” ujar Rudi Ahmad.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Timur maupun Pemerintah Provinsi Lampung dapat segera mengambil langkah konkret, salah satunya melalui pembangunan jembatan permanen atau infrastruktur pengendali banjir, agar akses warga tidak terus terputus setiap musim hujan.

Untuk sementara waktu, warga setempat terpaksa menggunakan perahu rakit sederhana yang terbuat dari bambu untuk menyeberangi genangan banjir. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang membawa hasil pertanian.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa jalan tersebut memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat. Selain sebagai penghubung antar kecamatan, jalan itu menjadi jalur utama pengangkutan hasil panen menuju pasar.

Warga pun berharap perhatian serius dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten agar segera diberikan solusi jangka panjang. Mereka khawatir jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Hingga berita ini diterbitkan, akses jalan Iskandar Muda masih terputus dan warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari melintasi area banjir demi keselamatan bersama.

(Alex Juanda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *