BENGKULU] pantaukorupsi.com – Forum Aktivis Bengkulu Bersatu FABB menyoroti penggunaan anggaran pembangunan Belungguk Point yang berlokasi di sepanjang Jalan S. Parman, Kota Bengkulu. Proyek tersebut diketahui memiliki nilai anggaran kurang lebih Rp1,8 miliar. Peninjauan dilakukan Kamis 6/8/2026.
Ketua Umum FABB, Herman Luthfi yang didampingi Ketua Harian M. Zen Ferry serta Koordinator Lapangan Dedi Mulyadi, meninjau langsung lokasi pembangunan Belungguk Point. Usai peninjauan, FABB menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap realisasi fisik proyek.
Herman Luthfi yang akrab disapa Ngah Lufti menilai besaran anggaran tidak sebanding dengan hasil pembangunan di lapangan. “Menurut kami, dengan kondisi pembangunan yang tampak hanya berupa lantai dan pemasangan lampu hias pada area tersebut, anggaran sebesar Rp1,8 miliar terkesan tidak wajar. Karena itu, kami meminta agar proyek ini diaudit kembali oleh pihak yang berwenang untuk memastikan penggunaan anggarannya sesuai ketentuan,” katanya.
Di waktu yang bersamaan, Ketua Harian FABB M. Zen Ferry menekankan pentingnya transparansi di setiap tahapan proyek pemerintah. “Kami berharap, proses pembangunan serta pengadaan proyek pemerintah dilakukan secara terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh penyedia jasa yang memenuhi persyaratan, sehingga tidak menimbulkan persepsi bahwa proyek hanya dikerjakan oleh pihak-pihak tertentu saja,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan FABB Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya berencana membawa persoalan tersebut dalam forum dengar pendapat hearing bersama DPRD Kota Bengkulu. “Pada saat hearing nanti persoalan ini akan kami sampaikan kepada DPRD Kota Bengkulu. Kami ingin meminta penjelasan mengenai anggaran pembangunan Belungguk Point yang mencapai Rp1,8 miliar. Selain itu, kami juga berharap ada penjelasan terkait berbagai alokasi anggaran lainnya agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat,” sampai Dedi.
FABB berharap instansi terkait, termasuk aparat pengawas internal maupun lembaga yang berwenang, dapat melakukan evaluasi dan audit apabila ditemukan indikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Bengkulu maupun instansi yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek Belungguk Point tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan FABB. (EHJ)
FABB Soroti Anggaran Rp1,8 Miliar Proyek Belungguk Point Kota Bengkulu, Minta Diaudit






