Karna Terbatasnya Dana Pembangunan Masjid At-Taubah Di Dusun Satu Desa Kedaton Terhenti

Terpaksa dihentikan sementara Pembangunan Masjid AT Taubah yang berlokasi di Kampung 1 Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Profinsi Sumatra Selatan, akibat keterbatasan dana, (06/02/26).

‎Masjid AT Taubah sejak November 2025 lalu, tengah melakukan renovasi, berupa pelebaran bangunan serta penimbunan halaman masjid. Namun, hingga di awal  bulan Februari 2026, proses pembangunan tersebut belum dapat dilanjutkan karena dana yang tersedia telah habis.

‎Ketua DKM Masjid AT Taubah, Bapak Harman, saat ditemui media, pada Jumat pukul (15:00 WIB), mengungkapkan bahwa keterhentian pembangunan ini, merupakan keputusan berat yang harus diambil demi menghindari utang material maupun upah tukang.

‎Besarnya beban dikarenakan dua proses berjalan, yaitu pekerjaan pembangunan Masjid At Taubah dan penimbunan dengan melakukkan penyedotan pasir, dari sungai Ogan sejauh 240 m, dengan volume 650 m kubik.

‎“Pembangunan ini sebenarnya masih berjalan, tukang bangunan masih bekerja. Namun terpaksa saya hentikan dulu karena dana sudah tidak ada lagi,” ujarnya dengan nada prihatin.

Baoak ‎Harman berharap, adanya perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah daerah, para dermawan, maupun masyarakat luas, agar pembangunan Masjid AT Taubah dapat kembali dilanjutkan dan segera dimanfaatkan secara maksimal oleh jamaah.

‎“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah daerah dan para donatur. Masjid ini adalah pusat ibadah dan kegiatan keagamaan warga,” tambahnya.

‎Bagi Donatur yang ingin berinfak silakan melalui
‎Bank BRI dengan nomor rekening 7412 0102 5839 539 atas nama Masjid AT Taubah.

‎Masjid AT Taubah merupakan salah satu sarana ibadah penting bagi masyarakat Kampung 1 Desa Kedaton. Terhentinya pembangunan ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi warga yang selama ini bergotong royong mendukung renovasi masjid.

‎Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
‎“Barang siapa membangun masjid karena Allah, walaupun hanya sebesar sarang burung, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga.”
‎(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

‎Setiap bantuan, sekecil apa pun, diyakini bernilai pahala besar di sisi Allah SWT dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Reporter: Eka Belangkon PNJ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *