KAUR] pantaukorupsi.com – Sejumlah aktivis di Kabupaten Kaur mempertanyakan besaran anggaran Pemerintah Daerah tahun 2026 yang dihibahkan ke instansi vertikal. Mereka menilai perlu ada transparansi terkait pos belanja tersebut. Rabu, 2/9/2026.
Para aktivis menyoroti bahwa hibah ke vertikal sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Namun hingga kini belum ada kejelasan publik mengenai jumlah pasti dan peruntukannya dalam APBD 2026.
Ketiadaan data rinci itu dinilai berpotensi menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apalagi di saat yang sama pemerintah daerah terus mendorong efisiensi dan pemerataan pembangunan.
Amli, seorang aktivis Kabupaten Kaur, menyampaikan pertanyaan tersebut langsung kepada Dinas yang membidangi, yakni Dinas PUPR Kabupaten Kaur. Ia meminta kejelasan terkait item dan nominal hibah yang dialokasikan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kaur Lindartawan mengatakan pihaknya belum dapat memberikan rincian data. Menurutnya, data tersebut harus dilihat terlebih dahulu pada dokumen resmi.
”Kalau masalah jumlah aitem kita lihat dulu dokumennya seperti apa, untuk sekarang belum bisa diberikan, nanti kami koordinasikan dulu secepatnya ke bidang Cipta Karya,” ujar Lindartawan.
Ia juga menambahkan terkait nominal anggaran masih perlu dicari informasinya. “Terkait masalah nominal kita lihat dulu, kita cari dulu informasinya,” lanjutnya.
Lindartawan memastikan setelah berkoordinasi dengan bidang terkait, Dinas PUPR akan menyampaikan data yang dibutuhkan. Hal itu agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Aktivis berharap Pemkab Kaur segera membuka data hibah ke vertikal secara terbuka. Menurut mereka, keterbukaan anggaran penting agar publik dapat mengawasi dan memastikan penggunaan uang rakyat tepat sasaran. (EHJ)
Aktivis Kaur Pertanyakan Anggaran Pemda 2026 yang Dihibahkan ke Vertikal






