Kalbar __ Meskipun didampingi tenaga tehnis, toh proyek empuk can tepi gede, P3-TGAI Kabupaten Ketapang dan Mempawah, mutunya tetap saja jelek. Masyarakat menduga unsur kolusi, korupsi serta manipulasi material begitu kental didalamnya.
” Paket P3-TGAI milik Aspirasi DPR-RI itu banyak yang tidak beres.Termasuk yang di Dusun Mawar Dan Melati Desa Sei Nipah Kecamatan Jungkat Rp. 195 juta maupun Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan. Terkadang saya lihat yang menghandle pekerjaannya orang luar atau pihak ketiga bukan Gapoktan setempat. Sementara administrasi kop surat dan stempelnya milik kelompok tani. Mestinya ini di blaklist tetapi dibiarkan.
” Kemudian kerjaannya banyak yang sembarangan tidak sesuai dengan spesifikasi tehnis. Artinya irigasi itu dibangun asal-asalan alias diluar acuan RAB. Makanya kondisi fisik hasil bangunan itu sangat memprihatinkan. Jika kurang yakin, ya uji tes kelayakan, ” ungkap warga Kota Pontianak.
Dia mengatakan, karna ini menyangkut uang negara, harusnya yang bermasalah itu diproses hukum. Tetapi hingga detik ini belum ada. Padahal kenyataan dilapangan penyimpangan tersebut sering terjadi.
BWSK 1 selaku pendamping wajib mempertanggung jawabkan semua hasil pekerjaan dan aturan lain yang mengikat, mengingat dia juga mendapat fee besar dari ribuan paket tersebut. Hanya siapa yang mengawasi pelaksana dan pendamping, Ini yang perlu dijelaskan oleh Menteri.(007/Danil.A)






