Minahasa – Sulawesi Utara — 26 Januari 2026 – Munculnya kembali aktivitas yang diduga terkait jaringan mafia BBM ilegal Frenli Cs menjadi bukti kuat bahwa praktik penimbunan dan distribusi solar bersubsidi berjalan terang-terangan tanpa hukum yang tegas. Informasi teranyar dari investigasi awak media menunjukkan bahwa sebuah gudang solar ilegal di belakang Summer Eat Cafe, Kembuan, Tondano Utara, Kabupaten Minahasa kembali menjadi zona operasi aktif meski kasus yang sama sudah viral sebelumnya.
Lokasi tersebut, yang teridentifikasi di Google Maps sebagai 8W46+6MM Summer Eat Cafe, Kembuan, kini terpantau aktivitas keluar–masuk truk dump dan tangki muatan yang diduga solar. Aktivitas ini semakin menegaskan bahwa jaringan yang disebut-sebut dikendalikan Frenli Cs tidak kapok, dan terkesan kebal hukum — sebuah pemandangan buruk bagi penegakan hukum di Sulawesi Utara.
- > “Jika aktivitas dugaan BBM ilegal terus berjalan meski viral dan dilaporkan, maka ini bukan lagi kelalaian — ini adalah pembiaran yang mencederai sistem hukum kita,” tegas pernyataan masyarakat sipil.
Aktivitas yang terjadi siang dan malam di lokasi gudang itu tidak hanya merugikan negara secara finansial tetapi juga mencederai kepercayaan publik kepada aparat penegak hukum yang seharusnya bertindak cepat, tegas, dan tidak pilih kasih.
TUNTUTAN PUBLIK
Masyarakat menuntut langkah cepat, keras, dan tanpa kompromi:
1. Segera segel dan sita gudang di belakang Summer Eat Cafe, Kembuan, Tondano Utara
2. Tangkap dan periksa semua pihak yang terlibat, termasuk pengendali dan pendana jaringan
3. Putus rantai distribusi solar ilegal lintas kabupaten/provinsi
4. Periksa oknum aparat yang diduga memberikan bekingan atau pembiaran
5. Terapkan sanksi pidana maksimal sesuai UU Migas dan UU Lingkungan Hidup
Publik menegaskan: BBM bersubsidi adalah hak rakyat kecil, bukan bancakan mafia. Negara harus hadir, bukan sebaliknya dibungkam oleh uang dan bekingan. Jika pembiaran terus terjadi, maka kepercayaan terhadap penegakan hukum di daerah akan semakin runtuh.
Rakyat awasi.
Aparat bertindak.
Hukum ditegakkan.





