Jakarta — 22 Januari 2026
Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) dengan ini menyatakan sikap penolakan keras, terbuka, dan tanpa kompromi terhadap proyek geothermal Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Penetapan proyek oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI merupakan kebijakan bermasalah dan berbahaya, karena mengancam ±16.650 hektare kawasan hutan, daerah tangkapan air, serta ruang hidup rakyat Halmahera Barat. Kebijakan ini menunjukkan wajah asli transisi energi yang timpang: hijau dalam narasi, hitam dalam praktik.
Berdasarkan peta resmi WKP dengan status Survei Rinci, kawasan Telaga Ranu mencakup wilayah ekologis penting di Jailolo dan sekitarnya. Kawasan ini bukan lahan kosong, melainkan hutan penyangga, sumber air utama, dan habitat keanekaragaman hayati yang menjadi penopang kehidupan masyarakat lokal.
Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, menegaskan bahwa proyek ini dipaksakan tanpa partisipasi rakyat, tanpa transparansi kajian lingkungan dan sosial, serta tanpa persetujuan masyarakat terdampak.
- > “Negara sedang mempertaruhkan 16.650 hektare hutan dan masa depan rakyat Halmahera Barat. Atas nama energi bersih, pemerintah justru membuka jalan penghancuran hutan, air, dan keselamatan manusia,” tegas Sahrir.
SEMAINDO juga mengecam penetapan PT Ormat Geothermal Indonesia, anak perusahaan korporasi energi asing asal Amerika Serikat, sebagai pemenang lelang WKP Telaga Ranu. Hal ini mempertegas bahwa kepentingan investasi ditempatkan di atas perlindungan lingkungan dan hak rakyat.
SEMAINDO menilai, jika proyek ini dipaksakan, maka konsekuensinya adalah:
Pembukaan hutan skala besar
Kerusakan ekosistem permanen
Ancaman terhadap sumber air
Konflik sosial dan penderitaan rakyat
- > “Jika Telaga Ranu rusak, yang hancur bukan hanya hutan, tetapi masa depan Halmahera Barat,” lanjut Sahrir.
SERUAN AKSI NASIONAL
Atas dasar tersebut, SEMAINDO menyerukan perlawanan terbuka dan aksi nasional, serta menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kementerian ESDM RI sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang mengorbankan hutan dan rakyat demi kepentingan modal.
SEMAINDO menuntut secara tegas:
1. Cabut segera penetapan WKP Telaga Ranu seluas ±16.650 hektare
2. Hentikan seluruh tahapan eksplorasi dan eksploitasi geothermal di Telaga Ranu
3. Buka secara transparan seluruh dokumen kajian lingkungan dan sosial kepada publik
4. Hentikan perampasan ruang hidup rakyat Halmahera Barat
SEMAINDO menegaskan bahwa perjuangan ini bukan penolakan terhadap energi terbarukan, melainkan perlawanan terhadap model pembangunan yang rakus, eksploitatif, dan anti-keadilan ekologis.
- > “Energi bersih tidak boleh dibangun dengan cara yang kotor. Telaga Ranu harus dilindungi, bukan dikorbankan,” tutup Sahrir.
CABUT WKP TELAGA RANU!
SELAMATKAN HUTAN HALMAHERA BARAT!
HIDUP RAKYAT! HIDUP LINGKUNGAN!
#CabutWKPTelagaRanu
#TolakGeothermalMerusak
#SelamatkanHalmaheraBarat
#KeadilanEkologis
#AksiNasionalSEMAINDO






